Memeriksa Sistem Pengisian Listrik Jimny dan Katana

Colorado_wildfire_4_t607

Tujuan dari Charging system ini pada dasarnya adalah untuk melakukan pengecasan ulang terhadap daya aki yang terpakai saat melakukan starter, menyalakan lampu, dan aksesoris lainya. Selain itu charging system juga menjadi sumber tegangan utama saat mesin kendaraan hidup.

Charging system merupakan sistem pada kendaraan yang tidak terlalu berkembang dalam artian tidak begitu banyak mengalami perubahan dari dulu hingga sekarang.
Charging system bekerja dengan cara :
Merubah Energi mekanik (putaran pulley yang di hubungkan oleh v belt ke crank saft) menjadi Energi Elektrik.

Komponen utama Charging system
Komponen utama dari Charging system antara lain Aki, Alternator, Voltage Regulator.
Sering kali kita menvonis aki kita rusak, sebenarnya belum tentu aki kita tersebut sudah rusak apalagi untuk aki yang masih berumur di bawah 8 bulan..kemungkinan kecil untuk rusak. Bisa saja aki mengalami discharge yang sangat besar karena tidak normalnya Charging System kita. Apabila tidak adanya pengisian oleh Charging system..maka daya dari aki akan terkuras dan lama-lama akan habis terpakai. (menghidupkan koil, lampu, komputer, dll). Jika sudah habis maka mobil kita akan mogok …Sebenarnya aki ini masih bisa dipakai jika kita melakukan charge ulang dengan menggunakan battery charger….

komponen Charging system lainya yaitu Alternator.(disebut juga dinamo Ampere).Yaitu sebuah generator yang menghasilkan arus AC (Alternating Current), Namun arus AC ini segera dirubah menjadi DC(Direct Current) oleh alternator itu sendiri. Sebab pada kendaraan (mobil pada umumnya) menggunakan aki 12V DC.

Voltage Regulator : Fungsi dari voltage regulator adalah sesuai dengan namanya mengatur tegangan agar output dari alternator berada pada kisaran 13,5volt sampai 14,5 volt…agar tidak merusak komponen elektrikal pada kendaraan. Pada awalnya pengatur tegangan ini ditempatkan terpisah dengan alternatornya berupa Cut Out..tetapi sekarang seiring dengan kemajuan teknologi fungsi dari pengatur tegangan ini sudah dapat di bentuk dengan modul ic yang kompak sehingga bisa di letakan didalam alternator itu sendiri.
Cut out

Pengisian pada kendaraan dapat dianalogikan dengan aliran air. Aliran air untuk mengisi sebuah ember kosong akan cepat apabila selangnya cukup besar dan juga tekanan dari air tersebut cukup kencang. Namun tekanan yang terlalu kencang dapat menjebol sambungan2 selang dan juga ember itu sendiri. Demikian halnya dengan Pengisian pada kendaraan. Tegangan atau Voltage dari charging system mirip dengan tekanan pada air…dan selang yang digunakan adalah kabel pengisian. Sedangkan ember penampung air dalam charging system adalah Aki. Terlalu besar Voltage dapat merusak komponen kendaraan seperti aki, computer, dan lain-lain(merupakan tugas dari voltage regulator untuk menahan agar ini tidak terjadi). Agar pengisian aki dapat berlangsung cepat maka hambatan pada kabel harus seminimal mungkin dan arus pengisian (ampere) yang cukup deras.
Ketika kendaraan melaju dengan kencangnya kemungkinan output tegangan dari alternator akan semakin meningkat. Seiring dengan itu maka voltage regulator mengurangi kekuatan magnet dari alterntor sehingga secara otomatis output dari alternator menjadi berkurang juga.

Kerusakan-kerusakan yang mungkin terjadi
Kemungkinan kemungkinan kegagalan dari charging system antara lain :

1. Kegagalan pada Alternator (dinamo ampere) itu sendiri seperti :

Rusak nya salah satu dari tiga gulungan. Sehingga output yang dihasilkan menjadi 2/3 dari output seharusnya. Masalah seperti ini sangat jarang terjadi dan sangat sulit untuk cepat dideteksi. Sebab gejala kerusakan akan terasa apabila kita menggunakan seluruh aksesoris kendaraan secara bersamaan. Seperti mengendarai dimalam hari dengan lampu, AC, Tape, Defogger, fog lamp, wiper pada kondisi hidup mungkin baru akan terasa ..ketika wiper melambai, head lamp ikut mengedip atau main. Nah ini kemungkinan salah satu dari 3 gulungan putus.

Rusaknya salah satu diode dari 6 diode rectifier : Gejalanya sama percis dengan gejala diatas.

Rusaknya Voltage Regulator : Hal ini ditandai dengan cepat putusnya komponen-komponen electrical anda seperti bohlam, dan komponen lainnya. Selain itu timbul bau asam menyengat dari aki karena penguapan yang begitu besarnya. Hal ini harus segera diperbaiki karena selain merusak komponen electrical yang lain juga dapat merusak Aki.

Suara berisik hingga macet : Suara berisik yang mungkin timbul dari alternator adalah karena adanya komponen bearing alternator yang sudah macet atau rusak. Sehingga saat alternator berputar dengan kencang akan terdengan suara gemuruh bahkan kalau sudah parah akan timbul macet pada rotor dinamo ampere sehingga tidak terjadi pengecasan sama sekali.

2. Kegagalan pada wiring system seperti :

Medan magnet tidak terbentuk : Ketika posisi kunci kontak sudah pada posisi on maka seharusnya pada alternator sudah terdapat medan magnet. Hal ini dapat dijadikan dasar pengecekan pertama pada alternator anda. . Jika tidak ada medan magnet maka dapat dipastikan charging system tidak bekerja dengan sempurna. Hal ini dapat disebabkan karena adanya socket ke alternator yang lepas (sering terjadi) selain itu juga bisa diakibatkan brush atau arang alternator sudah habis.

Kabel pengisian utama (dari charging output) korosi atau putus : apabila kabel utama pengisian ini putus maka Alternator akan bekerja sia-sia, sebab keluaran dari alternator tidak ditampung dengan baik. Begitu pula jika terjadi korosi pada kabel pengisian utama ini..misalnya dari charging output terminal keluar 14 volt , karena korosi maka yang sampai ke terminal aki menjadi hanya 12,6 volt…sehingga pengisian akan berkurang dan tidak maksimal.

Kabel Ground dari aki ke Egine kurang baik atau korosi : Sama halnya dengan kabel pengisian utama yang korosi, kabel grounding dari terminal aki – ke engine yang korosi dapat menurunkan kemampuan pengisian. Karena grounding alternator mengambil langsung dari body alternator yang di baut ke engine. Sehingga apabila grounding dari aki ke engine kurang baik..maka hasil dari pengisian alternator juga akan berkurang.

Metode Pengecekan Sederhana
Pengecekan Medan Magnet
Seperti dijelaskan diatas, Cara pengecekan Paling sederhana adalah dengan merasakan apakah medan magnet terjadi ketika kunci kontak pada posisi ON. Caranya dengan menggunakan Sebuah benda logam besi seperti obeng, atau pisau…dekatkan pada dinamo ampere ketika kunci kontak pada posisi On (cukup pada posisi on tidak perlu hidup mesin). Apabila terdapat medan magnet minimal anda tahu bahwa wiring dan alternator sudah benar. Tetapi apabila tidak terdapat medang magnet Segera cek wiring dan bila perlu alternator.

Cara pengecekan dengan Voltmeter

1. Ukur Voltase di kepala aki + dan – saat mesin dimatikan. catet.
2. Ukur voltase di kepala aki + dan – saat mesin di hidupkan.
3. Ukur voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke bodynya alternator itu sendiri.
4. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari terminal B ke kepala aki –
5. Ukur Voltase ketika mesin hidup dari body alternator ke kepala aki +

jika hasil test nomer 4, 5 (lebih kecil dari nilai hasil test nomer 3..) gagal maka ada kemungkinan kabel ground atau kabel dari pengisian utama dari charging output bermasalah…

Sebenarnya masih banyak cara pengecekan yang lain..namun menurut TS dua metode diatas sudah cukup untuk mengecek kondisi Charging system bagi pemilik Mobil.sumber

Cara mendeteksi kerusakan dinamo ampere atau alternator :

  1. Memposisikan kunci kontak (ignition) ON, tapi mesin jangan dinyalakan. Setelah itu, gunakan obeng atau sesuatu yang bisa menghantarkan listrik. Tempelkan batang obeng pada puli alternator, jika ada gaya tarik magnet berarti alternator normal. Hal itu berarti regulator yang bermasalah. Sebaliknya jika alternator tidak mengandung magnet, kemungkinan lain arang alternator aus dan menipis sehingga tak mampu lagi menghasilkan listrik.
  2. Nyalakan mesin dan copot terminal aki positif. Jika mesin tetap hidup, berarti alternator dan regulator bekerja normal. Jangan sekali-sekali melepas terminal aki negatif (massa) karena salah satu kabel massa di regulator tak akan tahan menanggung daya berlebihan
  3. Cara lainnya :
  • Hidupkan mesin mobil anda, biarkan menyala beberapa saat agar idle
  • Buka kap mesin mobil anda dan lihat letak accu anda
  • Lepas terminal negatif (-) kemudian lihat apa yang terjadi

Berikut catatannya :
Bila mesin masih hidup berarti alternator anda melakukan pengisian ke accu, namun perlu dicatat juga bila indikator CHG anda masih menyala berarti alternator mengalami “overcharging” kelebihan arus listrik, segera periksakan alternator anda pada ahlinya
bila mesin mobil anda mati berarti alternator anda tidak melakukan pengisian ke accu, klo udah begini coba anda periksa sekringnya biasanya ada rumah sekring yang bertuliskan CHG atau ALT, ganti klo putus, bila sekring dalam keadaan baik, kemungkinan yang lain adalah kullbrush abis, kemungkinan kumparan rusak, atau regulator rusak selalu cek dari yang paling terdekat yaitu sekring. Sumber

Ciri-ciri Alternator Mobil Rusak

Alternator adalah komponen vital yang berfungsi mensuply arus listrik untuk keperluan kendaraan. Alternator bisa rusak karena faktor pemakaian.
Battery mobil tidak akan mampu mensuply arus listrik sendirian, karena sifatnya adalah sebagai penampung arus listrik yang dihasilkan oleh alternator.

Untuk alternator yang masih standar, jika tidak menyalakan ac saat mesin idle adalah 13 volt sekian. Tetapi jika malam dengan ac, lampu nyala dan lainnya, jika kondisi idle terlalu lama akan mengakibatkan  aki tekor,  karena berdasarkan pengukuran pengisian  normal akan terjadi  dlm keadaan rpm 2000an ( kondisi mobil jalan ).

Ciri Alternator mulai rusak adalah :

  1. Lampu CHG di konsol dashboard menyala.
  2. Setelah dipakai beberapa kali start tidak kuat. Setelah dipancing mau hidup tetapi setelah hidup lama tetap tidak bisa dipakai start. Ada dua kemungkinan altenatornya rusak atau akinya yang rusak. Pastikan dulu aki baik. Caranya aki di cas diluar dan pakai untuk menghidupkan mesin. Kalau mesin hidup dan  besoknya start mesin tidak mau hidup, tandanya akinya perlu ganti.
  3. Arus selalu habis, padahalaki bagus.
  4. Ada aroma hangus terbakar.

Sistem pengisian pada kendaraan mempunyai 3 komponen penting yakni AkiAlternator dan Regulator.

Alternator ini berfungsi bersama sama dengan Aki , yaitu untuk menghasilkan listrik ketika mesin dihidupkan. Hasil yang dihasilkan oleh alternator adalah tegangan AC yang kemudian dikonversi/diubah menjadi tegangan DC.

RANGKAIAN SISTEM PENGISIAN

Ke empat kabel ( soket ) dihubungkan dengan alternator di sepanjang rangkaian kelistrikan.

“B” adalah kabel output alternator yang mensuplai langsung ke aki.
“IG” adalah indikator kontak yang ada dialternator.
“S” digunakan oleh regulator untuk mengatur strum pengisian ke aki.
“L” adalah kabel yang digunakan oleh regulator untuk indikator lampu ( CHG ).

IDENTITAS TERMINAL ALTERNATOR

“S” Terminal indikator Voltase aki.
“IG” Terminal indikator strum kontak.
“L” Terminal lampu indikator.
“B” Terminal Output Alternator.
“F” Terminal tegangan langsung ( bypass ).

 ALTERNATOR ASSY

Alternator terdiri dari :
gabungan kutub magnet yang dinamakan Rotor.
Gulungan kawat magnet yang dinamakan stator.
Rangkaian dioda yang dinamakan rectifier.
Alat pengatur voltase yang dinamakan regulator.
Dua kipas dalam ( internal Fan) untuk menghasilkan
sirkulasi udara.

Stator

Hubungan Stator dengan Rotor

Hubungan putaran rotor berputar didalam stator :

Arus magnet alternator yang berasal dari dari putaran rotor  menginduksi tegangan kepada stator.

Kekuatan dan kecepatan dari putaran arus magnet yang dihasilkan rotor akan berakibat terhadap tegangan induksi kepada stator.
Stator mempunyai 3 fase gulungan yang diisolasi  kepada stator, gulungan tersebut terhubung antara
satu dengan yang lainnya.
Setiap fase ditempatkan diposisi yang berbeda dibandingkan dengan yang lain.
Gulungan yang diisolasi itu menghasilkan  medan magnet.

Dioda Rectifier


Diode digunakan sebagai penyearah tegangan.Diode mengubah tegangan AC menjadi tegangan
DC sehingga aki menerima listrik yang benar.

Pengatur Tegangan


Regulator akan mengatur tingkat / level
sistem pengisian tegangan.Ketika sistem pengisian tegangan dibawah dari yang  ditentukan, regulator akan meningkatkan arus listrik tegangan, yang akan berakibat terciptanya arus magnet yang kuat, hasilnya akan meningkatnya output alternator.

Ketika sistem pengisisan tegangan diatas yang ditentukan, regulator akan menurunkan arus listrik tegangan, dan membuat arus magnet menjadi lemah, hasilnya output alternator yang semakin Kecil.

Regulator mengatur tegangan aki, dan juga mengatur arus yang mengalir ke rangkaian rotor.
Rangkaian rotor menghasilkan arus magnet. Tegangan yang dihasilkan diinduksi di stator.

Rangkaian rectifier mengubah tegangan stator AC menjadi  tegangan DC yang digerakkan ole putaran mesin.

Rangkaian Rotor

 

10 thoughts on “Memeriksa Sistem Pengisian Listrik Jimny dan Katana

  1. Hai Om Rock,
    saya barusan kecolongan aki tekor gara2 lupa matikan lampu kabin selama 2 hari 2 malem.akhirnya mobil bisa distater kembali setelah aki di-cas ulang.masalahnya saat kunci kontak di posisi On beberapa lampu display indikator (chg,handbrake,engine check) yang berwarna merah mati semua.lampu penerang display meter,sein ka/ki,hazard,lampu utama ok nyala semua.semua fuse di rumahnya tampak ok semua sudah saya cek dan beberapa yang kelihatan jelek sudah saya ganti sampe rumah display meter fan indikator sudah saya bongkar dan cek tapi kelihatan fine fine aja.kira kira masalahnya dimana ya,om?mohon advise-nya.mathurtengkyu

      • maap telat replynya,om.bohlam sudah dicek semua n masih ok.masalah sudah solved,om.ternyata setelah diurut lagi satu persatu,ternyata ada fuse dan soket yang kendor alias kurang kenceng.terimakasih banyak atas masukakanya,om.suksess selalu

  2. Oom sekalian saya minta nasehat dan ilmunya jika jimny katananya tlah mendapat problem masalah pada sistem kelistrikan seperti yg telah dijabarkan gejalanya apakah masalahnya bau bensin yg menyuap itu juga dipicu dari masalah kelistrikan itupula?

    • Voltase pengisian aki anda diatas 14,8Volt dikarenakan kerusakan IC Regulator pada Dinamo Ampere jimny . oleh karena over charge , air akinya mendidih dan menguap. Segera servis dinamo ampere anda. Bila di jakarta bisa ke jalan Bungur Pasar Senen , ada servis dinamo disebelah Soto Nyai. Biasanya kena 300rb berikut ganti bearing. bila diserpong bisa kena diatas 500rb. Cek juga aki anda , siapa tau sel akinya sdh rusak.

      • Aki saya sudah saya ganti dengan yg baru dishop and drive dan sudah dicek setiap bulannya utk garansi toko sekarang saya lagi mencoba cari tukang bikin betul dinamo amperenya,sayangnya saya berada disurabaya ada rekomendasi yang berada diarea saya,terimakasih oom.

  3. kalau boleh saran , sebelum dinamo amperenya diperbaiki , jangan beli aki baru dulu atau gunakan aki lama . aki baru anda bisa rusak lebih cepat karena overcharge.

    paling gampang nyari rekomendasi ya dari tk,aki , apabila harga yg diberikan terasa tidak wajar , misalnya 700rb , itu sama saja bli dinamo ampere bekasan singapore / malaysia. perkiraan harga dinamo ampere baru dari indomobil +/- 1,5jt

    coba cek harga dinamo bekas disini utk perbandingan saja : tangomotor.com 😛

    • Saya hari ini melakukan pembetulan komponen dinamo ampere yaitu arangnya berkurang,lakernya yg bunyi,sekitar 375ribu.oom…dinamo masih punya saya bawaan dari mobil.

    • Ambil kabel baru yg bagus dua warna sepanjang 3 meter. Kabel merah bandrek langsung dari positip aki ke jalur colokan korek api dan kabel hitam dari negatif aki bandrek ke salah satu baut body di bawah dashboard. Kemudian start mesin nya. Cek dgn multistester. Listrik di kabin bisa 14v nda.?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s